Jakarta, 4 September 2026 – Indonesia mulai menyiapkan kekuatan untuk menghadapi Denmark Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Odense, Denmark, pada 13–18 Oktober 2026. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian tur Eropa karena menawarkan poin peringkat besar dan mempertemukan pemain-pemain papan atas dunia. Berdasarkan daftar awal pemain yang didaftarkan, Indonesia menurunkan wakil di lima sektor, mulai dari tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri hingga ganda campuran. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah kemunculan pasangan baru Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di sektor ganda campuran. Keduanya diproyeksikan menjalani debut sebagai pasangan pada turnamen tersebut setelah sebelumnya memiliki partner masing-masing. Perubahan ini sekaligus menambah dinamika dalam komposisi ganda campuran Indonesia menjelang rangkaian turnamen penting pada penghujung musim 2026.
Di sektor tunggal putra, Indonesia mendaftarkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Kehadiran tiga pemain tersebut memberikan variasi kekuatan karena masing-masing mempunyai karakter permainan dan pengalaman berbeda di turnamen internasional. Jonatan tetap menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam menghadapi persaingan turnamen level Super 750, sedangkan Alwi terus berkembang sebagai bagian dari generasi yang diproyeksikan menjadi kekuatan utama Indonesia. Chico juga memiliki pengalaman menghadapi pemain-pemain papan atas dan membutuhkan hasil positif untuk memperkuat posisinya dalam persaingan internasional. Denmark Open akan menjadi ujian berat karena sektor tunggal putra biasanya dihuni pemain elite dari China, Jepang, Denmark, Malaysia, India, Thailand, dan negara lainnya. Hasil di Odense juga penting untuk menambah poin sekaligus membangun momentum menuju turnamen berikutnya.
Sektor tunggal putri turut menjadi perhatian karena Indonesia berupaya mempertahankan keberadaan pemainnya dalam persaingan level atas. Putri Kusuma Wardani menjadi salah satu nama yang diandalkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di Denmark. Perkembangan Putri dalam beberapa musim terakhir membuatnya semakin sering mendapatkan kesempatan berhadapan dengan pemain unggulan dunia. Turnamen Super 750 memberikan tantangan berbeda karena kualitas lawan sudah tinggi sejak babak-babak awal dan tidak memberikan banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Kemampuan menjaga konsistensi permainan dari gim pertama hingga akhir menjadi faktor penting apabila ingin melangkah jauh. Selain mengejar hasil pertandingan, rangkaian tur Eropa juga dapat digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan menghadapi karakter permainan lawan yang beragam.
Pada nomor ganda putra, Indonesia kembali membawa sejumlah pasangan yang diharapkan mampu bersaing dengan kekuatan utama dunia. Sektor tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam berbagai turnamen BWF World Tour. Persaingan internal yang ketat juga membuat setiap pasangan membutuhkan hasil konsisten untuk mempertahankan posisi mereka. Denmark Open menawarkan kesempatan memperoleh poin dalam jumlah besar, tetapi jalur menuju babak akhir diperkirakan tidak mudah karena pasangan terbaik dunia biasanya menjadikan turnamen Super 750 sebagai prioritas. Kecepatan permainan, servis dan pengembalian servis, serta kemampuan mempertahankan tekanan pada tiga pukulan awal akan sangat menentukan. Pasangan Indonesia juga perlu beradaptasi dengan kondisi arena dan karakter shuttlecock selama pertandingan berlangsung.
Ganda putri Indonesia juga dipersiapkan menghadapi Denmark Open dengan target menjaga perkembangan positif sepanjang musim. Persaingan di sektor tersebut semakin merata karena pasangan dari China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya terus menunjukkan kualitas tinggi. Wakil Indonesia membutuhkan konsistensi dalam membangun serangan sekaligus pertahanan karena pertandingan ganda putri pada level elite sering berlangsung dalam reli panjang. Kemampuan mengubah pola dari bertahan menuju menyerang menjadi salah satu aspek penting untuk menghadapi pasangan yang memiliki permainan agresif. Denmark Open dapat menjadi kesempatan menguji kemampuan tersebut sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Hasil positif di Odense akan memberikan modal penting sebelum para pemain melanjutkan perjalanan menuju French Open yang digelar setelah turnamen Denmark.
Perhatian terbesar dari daftar awal Indonesia mengarah kepada Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Keduanya menjadi kombinasi baru di sektor ganda campuran setelah sebelumnya Dejan menjalani sejumlah kemitraan berbeda, sementara Felisha dikenal melalui duetnya bersama Jafar Hidayatullah. Dejan merupakan pemain berpengalaman yang pernah tampil bersama Gloria Emanuelle Widjaja, Siti Fadia Silva Ramadhanti, hingga Bernadine Anindya Wardana. Perubahan pasangan membuatnya harus kembali membangun komunikasi, pola rotasi, serta pembagian area dengan partner baru. Felisha juga menghadapi proses serupa karena karakter permainan Dejan berbeda dengan pasangan yang selama ini mendampinginya. Denmark Open akan menjadi panggung penting untuk melihat bagaimana kedua pemain menggabungkan kelebihan masing-masing.
Duet Dejan/Felisha menarik karena keduanya sebenarnya sudah sangat mengenal kemampuan satu sama lain meskipun sebelumnya lebih sering berada pada sisi berlawanan lapangan. Pada Taipei Open 2025, misalnya, Dejan yang ketika itu berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti bertemu Jafar/Felisha dalam pertandingan final. Jafar/Felisha akhirnya keluar sebagai juara setelah pertandingan berlangsung tiga gim. Pengalaman berhadapan tersebut setidaknya membuat Dejan memahami karakter Felisha ketika melakukan servis, menguasai area depan, maupun membangun pola serangan. Sebaliknya, Felisha juga mengetahui kemampuan Dejan dalam mengontrol permainan dari area belakang dan melakukan serangan. Modal saling mengenal tersebut dapat membantu proses adaptasi, meskipun membangun pasangan baru tetap membutuhkan waktu dan pengalaman pertandingan.
Secara teknis, Dejan/Felisha harus menemukan pola permainan yang paling efektif sejak latihan dan pertandingan awal. Dalam ganda campuran, pembagian posisi dan komunikasi memiliki pengaruh sangat besar karena perubahan situasi berlangsung dalam tempo cepat. Dejan memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai pasangan elite dunia, sedangkan Felisha berkembang sebagai pemain depan dengan kemampuan membaca arah permainan. Apabila keduanya dapat membangun rotasi yang efektif, kombinasi tersebut berpotensi memberikan variasi baru bagi sektor ganda campuran Indonesia. Namun Denmark Open bukan tempat yang mudah untuk melakukan debut karena mereka dapat langsung berhadapan dengan pasangan berperingkat tinggi sejak babak pertama. Kemampuan mengurangi kesalahan sendiri akan menjadi salah satu kunci untuk menjaga peluang mereka.
Denmark Open 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung hanya sekitar sepekan setelah Arctic Open di Finlandia dan kemudian dilanjutkan French Open pada 20–25 Oktober. Jadwal tersebut membuat pemain yang mengikuti rangkaian tur Eropa harus menjaga kondisi fisik secara cermat karena pertandingan berlangsung dalam periode berdekatan. Perjalanan antarnegara, perubahan kondisi arena, waktu latihan, dan proses pemulihan dapat memengaruhi performa. Pemain yang mampu melangkah jauh dalam satu turnamen bahkan hanya memiliki waktu beberapa hari sebelum harus kembali bertanding pada ajang berikutnya. Tim pelatih karena itu perlu mengatur beban latihan dan pemulihan berdasarkan kondisi masing-masing atlet. Denmark Open dengan level Super 750 tetap menjadi prioritas karena menyediakan poin penting dalam persaingan peringkat dunia.
Daftar pemain yang didaftarkan untuk Denmark Open 2026 masih dapat mengalami perubahan sebelum turnamen dimulai karena kondisi kebugaran, cedera, maupun keputusan teknis dapat memengaruhi komposisi akhir. Namun kemunculan Dejan/Felisha menjadi salah satu perkembangan paling menarik dari persiapan Indonesia menghadapi tur Eropa. Pasangan baru tersebut membawa kombinasi pengalaman Dejan dan perkembangan Felisha yang selama beberapa musim terakhir menunjukkan peningkatan pada level internasional. Sementara itu, wakil Indonesia di sektor lainnya juga menghadapi tugas berat untuk bersaing dalam turnamen yang berada satu tingkat di bawah Super 1000. Dengan Denmark Open berlangsung pada 13–18 Oktober 2026, para pemain masih memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum bertolak menuju Odense. Turnamen tersebut akan menjadi salah satu ujian penting bagi kekuatan bulu tangkis Indonesia sekaligus panggung perdana untuk menilai potensi duet baru Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.