Jakarta, 1 September 2026 – Honda ST125 Dax kembali mendapatkan penyegaran di pasar Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan dua pilihan warna baru yang membuat motor bergaya klasik tersebut tampil semakin menarik. Kedua warna terbaru itu adalah Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black. Penyegaran tersebut tidak mengubah karakter utama ST125 Dax yang mengandalkan desain retro ikonik dengan sentuhan teknologi modern. Dengan tampilan baru ini, Honda berharap ST125 Dax semakin menarik bagi konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan desain unik dan berbeda dari model pada umumnya.
Kehadiran dua warna tersebut mempertahankan identitas ST125 Dax sebagai motor dengan desain khas yang terinspirasi dari model Dax sejak era 1960-an. Motor ini menggunakan rangka berbentuk T-shape yang sekaligus menjadi bagian dari desain utama kendaraan. Tangki bahan bakar ditempatkan di dalam struktur rangka sehingga menghasilkan tampilan yang sederhana tetapi tetap memiliki karakter kuat. Kesan klasik juga diperkuat melalui penggunaan setang berlapis krom, knalpot dengan pelindung krom, serta lampu depan berbentuk bulat. Di bagian rangka terdapat aksen hitam dengan tulisan Dax yang dipadukan dengan logo wing Honda bergaya klasik.
Meski membawa tampilan retro, Honda ST125 Dax sudah dibekali sejumlah fitur modern. Lampu utama dan lampu belakang telah menggunakan teknologi LED, sedangkan panel instrumen mengandalkan meter digital dengan tampilan yang sederhana dan informatif. Motor ini memiliki tinggi jok 778 mm dengan bobot sekitar 107 kilogram. Ukuran tersebut membuat ST125 Dax tetap relatif mudah dikendalikan untuk penggunaan sehari-hari, sekaligus memberikan posisi berkendara yang menjadi ciri khas motor bergaya klasik. Sasis dan desain kompaknya juga menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang mencari kendaraan untuk mobilitas sekaligus gaya hidup.
Untuk urusan mesin, ST125 Dax menggunakan mesin satu silinder 125 cc SOHC dengan sistem pendingin udara. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi empat percepatan dan teknologi injeksi bahan bakar PGM-FI. Tenaga maksimal yang dihasilkan mencapai 6,6 kW pada 7.000 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 10,4 Nm pada 5.000 rpm. Sistem pengoperasiannya menggunakan kopling sentrifugal sehingga pengendara tidak perlu mengoperasikan tuas kopling secara manual. Kombinasi tersebut membuat karakter ST125 Dax tetap sesuai untuk penggunaan santai dengan mengutamakan kemudahan berkendara.
Pada bagian kaki-kaki, Honda ST125 Dax menggunakan suspensi depan inverted telescopic dan suspensi belakang ganda yang ditempatkan di bagian belakang rangka. Sistem pengeremannya menggunakan cakram berukuran 220 mm di roda depan dan 190 mm di bagian belakang. Honda juga membekali motor ini dengan ABS satu kanal yang dilengkapi Inertial Measurement Unit atau IMU. Teknologi tersebut membantu mengurangi risiko roda belakang terangkat ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Sementara itu, roda berukuran 12 inci menggunakan ban berukuran 120/70 di depan dan 130/70 di belakang.
Untuk harga, Honda ST125 Dax dengan dua pilihan warna baru tersebut dipasarkan dengan banderol Rp84.500.000 on the road (OTR) Jakarta. Harga tersebut menempatkannya di segmen motor premium berkapasitas mesin kecil, terutama karena ST125 Dax mengedepankan desain dan karakter yang berbeda. Konsumen tidak hanya mendapatkan kendaraan dengan mesin 125 cc, tetapi juga model dengan desain klasik yang memiliki identitas kuat. Harga tersebut juga dapat berbeda apabila konsumen membeli unit di wilayah lain karena terdapat perbedaan pajak dan biaya administrasi daerah.
Dengan hadirnya Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black, Honda memberikan pilihan yang lebih luas bagi konsumen yang tertarik dengan ST125 Dax. Warna oranye memberikan kesan lebih cerah dan berani, sedangkan hitam menawarkan tampilan yang lebih elegan serta klasik. Penyegaran ini membuat daya tarik ST125 Dax tidak hanya bergantung pada desain bodinya, tetapi juga memberikan ruang bagi konsumen untuk memilih karakter tampilan sesuai selera. Dengan harga Rp84,5 juta untuk wilayah Jakarta, motor mungil bergaya retro tersebut tetap menyasar konsumen yang mengutamakan desain, fitur, dan pengalaman berkendara yang berbeda.