Jakarta, 2 Oktober 2026 – Pemerintah terus mematangkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif LPG 3 kg setelah rangkaian pengujian memasuki tahap evaluasi akhir. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan uji coba penggunaan tabung telah berlangsung sekitar tiga pekan dan dipantau setiap hari. Pengujian terbatas dilakukan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Evaluasi menyeluruh direncanakan dilakukan setelah uji coba mencapai empat pekan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan salah satu temuan sementara berkaitan dengan sistem distribusi. Tabung CNG 3 kg nantinya harus diangkut menggunakan kendaraan atau wadah dengan bak tertutup, bukan kendaraan bak terbuka. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari aspek keselamatan yang dievaluasi selama pengujian. Pemerintah masih mengumpulkan data sebelum menentukan standar operasional distribusi secara lebih lengkap.
Dari sisi keamanan tabung, CNG 3 kg sebelumnya telah menjalani berbagai pengujian teknis. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Agustus mengatakan pengujian mencakup tabung beserta katup atau valve, termasuk pengujian dalam kondisi ekstrem. Salah satu tahapnya adalah uji tembak dengan paparan panas hingga sekitar 850 derajat Celsius untuk melihat ketahanan perangkat. Pengujian dilakukan sebagai langkah memastikan aspek keselamatan sebelum CNG digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Tahapan teknis tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengujian penggunaan secara terbatas. Laode pada akhir September menyatakan uji tembak telah dilakukan, sementara pemerintah kini lebih banyak mengevaluasi kinerja tabung dalam pemakaian sehari-hari. CNG diuji oleh UMKM di lingkungan internal Lemigas sehingga berbagai aspek operasional dapat diperiksa secara langsung. Data dari penggunaan tersebut dikumpulkan setiap hari untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum program diperluas.
Setelah evaluasi satu bulan selesai, pemerintah akan menentukan skema distribusi dan niaga CNG 3 kg. Beberapa hal yang masih harus diputuskan meliputi pihak yang menjual, pemasok tabung hingga lokasi pengisian ulang CNG. Produksi massal belum akan dilakukan sebelum skema tersebut ditetapkan. Pemerintah juga belum mengumumkan tanggal pasti penerapan CNG 3 kg secara luas kepada masyarakat.
CNG dipersiapkan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor. Kebutuhan LPG nasional sebelumnya disebut mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sedangkan produksi domestik hanya sekitar 1,8–1,9 juta ton sehingga kekurangannya harus dipenuhi melalui impor. Pemerintah menilai pemanfaatan gas bumi domestik melalui CNG dapat membantu menekan kebutuhan impor tersebut. Dalam simulasi awal, harga CNG juga dirancang agar tetap terjangkau bagi kelompok pengguna LPG 3 kg.
Dengan demikian, hasil uji coba sejauh ini belum berarti LPG 3 kg langsung digantikan CNG dalam waktu dekat. Pemerintah masih menyelesaikan evaluasi teknis, keselamatan, distribusi, pengisian ulang hingga model bisnis sebelum mengambil keputusan mengenai produksi massal. Hasil sementara menunjukkan tabung telah melewati rangkaian pengujian teknis dan kini diuji dalam penggunaan terbatas, sementara aspek distribusi seperti kewajiban menggunakan kendaraan bak tertutup mulai dirumuskan. Keputusan mengenai waktu penerapan CNG 3 kg secara lebih luas akan diumumkan setelah seluruh hasil evaluasi selesai.