Jakarta, 5 Oktober 2026 – Kecintaan terhadap olahraga dan keinginan mendapatkan pengalaman internasional membawa Sofia, perempuan asal Indonesia, menjalani perjalanan sebagai volunteer dalam berbagai ajang olahraga besar dunia. Ia bahkan rela mengeluarkan uang pribadi untuk membiayai perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti kegiatan sukarelawan tersebut. Asian Games hingga Piala Dunia menjadi bagian dari pengalaman yang mempertemukannya dengan banyak orang dari berbagai negara. Bagi Sofia, menjadi volunteer bukan sekadar kesempatan menyaksikan kompetisi olahraga dari dekat, tetapi juga sarana untuk mendapatkan pengalaman yang sulit diperoleh melalui kegiatan sehari-hari. Keputusan tersebut menunjukkan besarnya komitmen yang dibutuhkan seseorang untuk terlibat langsung di balik penyelenggaraan sebuah kompetisi internasional.
Menjadi sukarelawan dalam ajang olahraga besar memang tidak selalu berarti seluruh kebutuhan peserta ditanggung penyelenggara. Volunteer dapat menghadapi pengeluaran untuk transportasi menuju negara atau kota penyelenggara, akomodasi, kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai persiapan sebelum bertugas. Kondisi itu tidak menghentikan Sofia untuk mengejar kesempatan yang telah menjadi minatnya. Ia memandang pengeluaran tersebut sebagai bagian dari pengalaman yang ingin diperoleh selama mengikuti kegiatan internasional. Kesempatan bekerja bersama orang dari beragam latar belakang menjadi nilai tersendiri yang membuat perjalanan sebagai volunteer terus dilanjutkan.
Selama menjalankan tugas, volunteer menjadi bagian penting dari operasional sebuah turnamen meskipun tidak selalu terlihat oleh penonton. Mereka dapat ditempatkan pada berbagai bidang sesuai kebutuhan penyelenggara, mulai dari membantu pelayanan peserta, mengarahkan penonton, mendukung operasional pertandingan, hingga menjalankan kegiatan di area tertentu. Setiap posisi menuntut kedisiplinan karena aktivitas harus mengikuti jadwal serta prosedur yang telah ditetapkan panitia. Sofia pun harus beradaptasi dengan lingkungan kerja yang cepat dan melibatkan banyak orang dengan bahasa maupun kebiasaan berbeda. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memahami bahwa sebuah pertandingan besar membutuhkan koordinasi panjang jauh sebelum atlet memasuki arena.
Perjalanan Sofia juga memperlihatkan sisi lain dari kegiatan volunteer yang tidak hanya berkaitan dengan kemeriahan kompetisi. Di balik kesempatan berada dekat dengan arena pertandingan, terdapat tanggung jawab dan tuntutan untuk menjalankan tugas secara profesional. Volunteer harus mengikuti pengarahan, memahami pembagian tugas, hadir sesuai jadwal, serta mampu memberikan bantuan ketika dibutuhkan. Kondisi tersebut dapat menjadi pengalaman pembelajaran mengenai komunikasi, kerja sama, manajemen waktu, dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Pengalaman internasional yang diperoleh akhirnya memiliki nilai lebih luas dibandingkan sekadar kesempatan hadir di sebuah turnamen.
Asian Games menjadi salah satu ajang yang memberikan pengalaman tersendiri bagi Sofia karena mempertemukannya dengan peserta dan sukarelawan dari berbagai negara di Asia. Skala kompetisi yang besar membuat kebutuhan terhadap tenaga volunteer juga beragam dan melibatkan banyak bidang. Interaksi yang terbentuk selama kegiatan memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan pertemanan sekaligus mengenal budaya berbeda. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika Sofia melanjutkan keterlibatannya dalam kegiatan olahraga internasional lainnya. Setiap turnamen menghadirkan karakter, tantangan, dan lingkungan kerja berbeda yang membuat kemampuan adaptasinya terus berkembang.
Kesempatan terlibat dalam Piala Dunia menjadi bagian lain dari perjalanan Sofia sebagai sukarelawan. Kompetisi sepak bola terbesar tersebut memiliki skala penyelenggaraan yang sangat besar sehingga koordinasi antara panitia, pekerja, dan volunteer menjadi salah satu unsur penting. Bagi seorang sukarelawan asal Indonesia, kesempatan berada di lingkungan penyelenggaraan Piala Dunia juga memberikan pengalaman melihat secara langsung bagaimana sebuah turnamen global dijalankan. Ia dapat menyaksikan bagaimana berbagai unsur bekerja bersama untuk melayani atlet, ofisial, penonton, dan berbagai pihak yang terlibat. Pengalaman semacam itu menjadi salah satu alasan Sofia tetap bersedia mengalokasikan biaya pribadi demi mengikuti kegiatan yang diminatinya.
Kisah Sofia menunjukkan bahwa menjadi volunteer dalam ajang olahraga internasional membutuhkan persiapan, komitmen, serta kesiapan menghadapi biaya dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung. Pengalaman yang diperoleh tidak hanya datang dari pertandingan yang disaksikan, tetapi juga dari proses bekerja bersama orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Asian Games hingga Piala Dunia memberinya kesempatan membangun pengalaman internasional sekaligus melihat penyelenggaraan kompetisi besar dari sisi yang jarang diketahui penonton. Perjalanan tersebut juga menggambarkan bahwa kegiatan sukarelawan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan adaptasi. Bagi Sofia, uang yang dikeluarkan menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mendapatkan pengalaman dan kesempatan terlibat langsung dalam berbagai panggung olahraga dunia.