Jakarta, 28 Agustus 2026 – Harga sejumlah komoditas pangan nasional kembali mengalami kenaikan pada Jumat (28/8/2026). Kenaikan terjadi pada berbagai kebutuhan pokok, mulai dari cabai, bawang, beras, daging ayam, hingga telur.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp82.750 per kilogram, naik sekitar 18,3 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Cabai Keriting Naik Paling Tinggi
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting juga mengalami lonjakan cukup tajam. Komoditas tersebut naik sekitar 24,95 persen menjadi Rp64.100 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah besar meningkat 4,97 persen menjadi Rp51.700 per kilogram. Berbeda dengan jenis cabai lainnya, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sekitar 11,92 persen menjadi Rp50.250 per kilogram.
Kenaikan harga cabai berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang menggunakan cabai sebagai bahan utama.
Harga Bawang Ikut Melonjak
Tekanan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Harga bawang merah tercatat naik 18,28 persen menjadi Rp45.950 per kilogram.
Bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 13,57 persen hingga mencapai Rp45.600 per kilogram. Kenaikan pada dua komoditas tersebut turut menambah tekanan terhadap harga kebutuhan dapur masyarakat.
Pergerakan harga pangan tersebut menunjukkan kenaikan tidak hanya terjadi pada komoditas hortikultura, tetapi mulai meluas ke sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya.
Harga Beras Mengalami Kenaikan
Komoditas beras juga tercatat mengalami kenaikan pada perdagangan eceran nasional. Beras kualitas bawah I naik 13,51 persen menjadi Rp16.800 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II meningkat 7,51 persen menjadi Rp15.750 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium I, harga berada di sekitar Rp16.350 per kilogram. Sementara beras medium II tercatat Rp16.500 per kilogram.
Adapun beras kualitas super I berada di kisaran Rp17.150 per kilogram dan super II sekitar Rp16.800 per kilogram.
Daging Ayam dan Telur Turut Bergerak
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah sumber protein. Harga daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp41.000 per kilogram.
Telur ayam ras berada di kisaran Rp28.350 per kilogram berdasarkan pembaruan data PIHPS pada Jumat pagi.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai sekitar Rp146.500 per kilogram dan kualitas II berada di sekitar Rp140.100 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng
Komoditas lain yang turut dipantau adalah gula pasir dan minyak goreng. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.250 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di kisaran Rp19.050 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga curah tercatat sekitar Rp20.600 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di kisaran Rp24.650 per liter, sedangkan merek II sekitar Rp24.050 per liter.
Kenaikan Harga Perlu Diwaspadai
Lonjakan harga pada berbagai komoditas pangan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan cabai dan bawang, misalnya, dapat langsung terasa dalam pengeluaran rumah tangga maupun biaya produksi usaha makanan.
Perubahan harga pangan juga perlu terus dipantau karena harga di tingkat konsumen dapat berbeda antarwilayah dan berubah mengikuti kondisi pasokan serta permintaan.
Harga pangan nasional pada Jumat, 28 Agustus 2026 terpantau mengalami kenaikan di berbagai komoditas. Cabai rawit merah menjadi salah satu yang paling disorot setelah mencapai Rp82.750 per kilogram, sementara cabai merah keriting melonjak hingga Rp64.100 per kilogram dan harga bawang merah menembus Rp45.950 per kilogram.