Jakarta, 18 September 2026 – Masa depan kepemilikan Everton oleh The Friedkin Group kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa kelompok investasi asal Amerika Serikat tersebut lebih memprioritaskan AS Roma apabila aturan kepemilikan multi-klub UEFA memaksa mereka menentukan pilihan. Friedkin Group saat ini mengendalikan Roma dan Everton, dua klub yang berpotensi tampil dalam kompetisi antarklub Eropa. Situasi tersebut dapat menimbulkan persoalan apabila kedua klub memenuhi kriteria yang membuat mereka berada dalam kompetisi UEFA yang sama dan struktur kepemilikannya tidak memenuhi ketentuan independensi. Laporan terbaru menyebut solusi struktural yang sebelumnya diyakini Friedkin dapat mengatasi persoalan tersebut ternyata belum menyelesaikan seluruh masalah. Dalam skenario tertentu, Everton disebut menjadi klub yang lebih mungkin mengalami perubahan struktur kepemilikan atau pengelolaan. Namun, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi bahwa Friedkin Group telah memutuskan menjual Everton secara penuh.
Friedkin Group memasuki sepak bola Italia ketika mengambil alih kendali Roma pada 2020. Transaksi pengambilalihan klub ibu kota Italia ketika itu memiliki nilai sekitar 591 juta euro dan menjadikan keluarga Friedkin sebagai pemegang kendali baru Giallorossi. Portofolio sepak bola kelompok tersebut kemudian berkembang dengan keterlibatan di Cannes sebelum Everton ditambahkan pada 2024. Akuisisi Everton membuat Friedkin mempunyai kepentingan langsung di dua klub besar dari Serie A dan Premier League. Pada awalnya, kepemilikan tersebut tidak otomatis menjadi persoalan selama kedua klub dapat memenuhi ketentuan integritas kompetisi UEFA. Namun, ambisi Roma dan Everton untuk tampil di kompetisi Eropa membuat isu kepemilikan multi-klub menjadi semakin relevan.
Peraturan UEFA untuk musim 2026-2027 secara khusus mengatur integritas kompetisi dan kepemilikan multi-klub. Ketentuan tersebut pada dasarnya melarang satu individu atau badan hukum mempunyai kontrol atau pengaruh menentukan terhadap lebih dari satu klub yang berpartisipasi dalam kompetisi UEFA apabila kondisi tertentu terpenuhi. Larangan tersebut mencakup kepemilikan mayoritas hak suara, kemampuan menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus, maupun bentuk pengaruh menentukan terhadap keputusan klub. UEFA juga membatasi keterlibatan pihak yang sama dalam pengelolaan, administrasi, atau performa olahraga lebih dari satu klub peserta. Aturan tersebut dibuat untuk menjaga independensi klub dan integritas pertandingan. Karena itu, struktur kepemilikan Friedkin terhadap Roma dan Everton dapat menjadi perhatian apabila keduanya memenuhi kondisi yang diatur UEFA.
Persoalan itu belum menimbulkan benturan langsung pada musim 2026-2027 karena perjalanan kedua klub berbeda. Roma berhasil mendapatkan tempat di Liga Champions, sedangkan Everton tidak tampil dalam kompetisi UEFA setelah menyelesaikan Premier League musim sebelumnya di posisi ke-13. Kondisi tersebut membuat kepemilikan kedua klub masih dapat berjalan tanpa menghadapi skenario yang dikhawatirkan. Masalah baru berpotensi menjadi lebih rumit apabila Everton kembali ke kompetisi Eropa dan jalur kualifikasinya bersinggungan dengan Roma dalam ketentuan UEFA. Karena itulah Friedkin Group dilaporkan telah mencari struktur yang memungkinkan kedua klub tetap berada dalam portofolio mereka. Laporan terbaru menyebut pendekatan yang sebelumnya dianggap sebagai solusi tidak sepenuhnya menghilangkan potensi persoalan tersebut.
Jika kedua klub gagal memenuhi kriteria integritas yang ditetapkan, regulasi UEFA mempunyai mekanisme untuk menentukan klub mana yang dapat diterima dalam kompetisi. Salah satu pertimbangan utamanya adalah kompetisi UEFA yang berhasil dicapai berdasarkan prestasi olahraga, dengan Liga Champions ditempatkan di atas Liga Europa dan Conference League. Apabila faktor tersebut tidak menyelesaikan persoalan, posisi klub di kompetisi domestik dan peringkat asosiasi dapat menjadi pertimbangan berikutnya. Regulasi juga memuat sejumlah pengecualian untuk kombinasi tertentu ketika klub-klub yang dimiliki pihak yang sama lolos ke kompetisi UEFA berbeda. Artinya, kepemilikan Roma dan Everton oleh Friedkin tidak secara otomatis membuat salah satunya dilarang bermain di Eropa. Persoalan baru menjadi menentukan ketika kondisi kepemilikan dan jalur kualifikasi kedua klub masuk ke skenario yang dibatasi regulasi.
Salah satu alternatif yang dilaporkan dapat dipertimbangkan Friedkin adalah menempatkan salah satu klub dalam struktur blind trust. Melalui mekanisme tersebut, pengelolaan klub untuk sementara dapat ditempatkan di bawah pihak independen sehingga pemilik tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan yang berpotensi menimbulkan konflik. Pendekatan sejenis pernah menjadi bagian dari upaya sejumlah kelompok multi-klub menghadapi regulasi kompetisi Eropa. Dalam kasus Friedkin, laporan menyebut Everton lebih mungkin menjadi klub yang ditempatkan dalam struktur tersebut apabila diperlukan. Roma disebut mempunyai posisi lebih kuat dalam strategi kelompok karena telah berada dalam portofolio Friedkin sejak 2020. Kendati demikian, blind trust maupun penjualan klub masih merupakan kemungkinan yang diberitakan, bukan keputusan final yang telah diumumkan Friedkin Group.
Spekulasi mengenai perubahan kepemilikan Everton juga muncul bersamaan dengan langkah Friedkin Group mencari investor baru. Pada awal September, dilaporkan kelompok tersebut bekerja bersama penasihat untuk menjajaki masuknya investor ke Everton kurang dari dua tahun setelah pengambilalihan klub. Proses tersebut masih berada pada tahap awal dan dapat menghasilkan penjualan saham dalam jumlah signifikan, tetapi juga dapat berakhir tanpa transaksi. Friedkin mengambil alih Everton dari Farhad Moshiri pada akhir 2024 dengan nilai yang dilaporkan sekitar 331 juta poundsterling. Sejak saat itu, kelompok tersebut melakukan restrukturisasi keuangan, mengurangi utang, serta mengamankan pembiayaan jangka panjang terkait stadion klub. Pencarian investor memberikan konteks tambahan terhadap spekulasi bahwa struktur kepemilikan Everton dapat berubah pada masa mendatang.
Meski demikian, pencarian investor dan persoalan aturan UEFA tidak dapat langsung disimpulkan sebagai satu proses yang sama. Belum terdapat konfirmasi bahwa Friedkin Group telah menawarkan seluruh kepemilikan Everton untuk dijual karena aturan multi-klub. Informasi yang tersedia menunjukkan opsi masuknya investor telah dipertimbangkan, sedangkan masalah UEFA menjadi persoalan terpisah yang dapat semakin penting apabila Everton lolos ke Eropa. Dengan kata lain, Friedkin belum berada pada kondisi yang secara otomatis mengharuskannya melepas salah satu klub saat ini. Perubahan baru menjadi lebih mendesak apabila hasil kompetisi domestik membawa Roma dan Everton ke konfigurasi kompetisi UEFA yang menimbulkan konflik kepemilikan. Karena itu, perkembangan performa kedua klub sepanjang musim 2026-2027 turut menentukan seberapa cepat persoalan tersebut harus diselesaikan.
Roma mempunyai alasan kuat untuk dipandang sebagai aset sepak bola jangka panjang Friedkin. Klub tersebut menjadi investasi besar pertama keluarga Friedkin di sepak bola Eropa dan telah berada di bawah kendali mereka selama sekitar enam tahun. Dan Friedkin juga menjabat sebagai pemilik dan chairman Roma, sementara keterlibatannya dalam struktur sepak bola Eropa terus berkembang. Everton memang menawarkan daya tarik komersial Premier League dan telah memasuki era baru melalui stadion serta restrukturisasi finansial. Namun, laporan yang berkembang menyebut apabila Friedkin benar-benar harus menentukan satu klub sebagai fokus utama, Roma kemungkinan memperoleh prioritas. Situasi tersebut menjelaskan mengapa Everton lebih sering disebut dalam pembahasan mengenai blind trust, masuknya investor baru, ataupun potensi pelepasan kepemilikan.
Untuk saat ini, masa depan Everton di bawah Friedkin Group masih belum diputuskan secara terbuka. Aturan UEFA memang dapat menciptakan persoalan apabila Everton dan Roma berada dalam kondisi kompetitif yang membuat struktur kepemilikan mereka tidak memenuhi persyaratan integritas, tetapi penjualan bukan satu-satunya solusi yang tersedia. Friedkin masih dapat mengevaluasi perubahan struktur, masuknya investor, pengurangan pengaruh terhadap salah satu klub, atau mekanisme independen lain yang memenuhi regulasi. Laporan bahwa Roma akan diprioritaskan menunjukkan arah yang mungkin ditempuh jika keputusan besar benar-benar harus diambil. Namun, sebelum ada transaksi atau pernyataan resmi, kabar mengenai penjualan Everton tetap harus ditempatkan sebagai kemungkinan yang sedang dibahas, bukan kesepakatan yang telah selesai. Performa Everton dan Roma serta jalur mereka menuju kompetisi Eropa akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah Friedkin Group berikutnya.