Jakarta, 5 September 2026 – Petarung UFC berdarah Indonesia Bilal Hasan menarik perhatian setelah menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai sosok yang paling ingin dihadapinya apabila mendapat kesempatan bertarung dengan siapa pun. Pernyataan tersebut disampaikan petarung berjuluk “The IndoNinja” ketika menjawab pertanyaan mengenai siapa orang yang ingin ia hadapi di luar daftar petarung UFC. Bilal secara terbuka menyebut Netanyahu dan mengaitkan pilihannya dengan situasi yang dialami masyarakat Palestina. Pernyataan itu menjadi ekspresi sikap pribadi Bilal terhadap konflik dan krisis kemanusiaan yang berlangsung di kawasan tersebut. Meski menggunakan bahasa khas seorang petarung, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan rencana pertandingan resmi UFC. Tidak terdapat indikasi bahwa duel tersebut benar-benar akan berlangsung karena jawaban Bilal muncul dalam konteks pertanyaan hipotetis.
Nama Bilal belakangan semakin dikenal setelah mencatatkan debut impresif di UFC Shanghai pada 29 Agustus 2026. Petarung berusia 25 tahun itu berhasil mengalahkan Nilson Rojas melalui kemenangan KO pada ronde kedua. Bilal menunjukkan kemampuan striking yang menjadi salah satu kekuatan utamanya sejak ronde pertama sebelum menemukan momentum untuk menyelesaikan pertandingan. Kemenangan tersebut mempertahankan catatan profesionalnya tanpa kekalahan dan memperkuat statusnya sebagai salah satu prospek baru di divisi kelas terbang UFC. Penampilannya juga mendapatkan perhatian besar dari penggemar MMA Indonesia karena Bilal secara konsisten membawa identitas Indonesia dalam perjalanan kariernya. Julukan The IndoNinja yang digunakannya menjadi salah satu bentuk keterikatan tersebut.
Sebelum menjalani debut UFC, Bilal mendapatkan kontrak setelah tampil dalam Dana White’s Contender Series pada 11 Agustus 2026. Dalam pertandingan tersebut, ia menghadapi petarung asal India Mridul Saikia dan hanya membutuhkan 45 detik untuk meraih kemenangan TKO. Penampilan dominan tersebut membuat Presiden UFC Dana White memberikan kontrak kepadanya untuk bertarung di organisasi MMA terbesar dunia. Bilal kemudian mendapatkan kesempatan melakukan debut hanya sekitar 18 hari setelah pertandingan Contender Series. Jadwal yang sangat berdekatan tidak menghalanginya kembali tampil meyakinkan ketika menghadapi Rojas di Shanghai. Dua kemenangan cepat dalam waktu kurang dari tiga pekan membuat namanya semakin diperhitungkan di kelas terbang.
Bilal tercatat memiliki rekor profesional 10 kemenangan tanpa kekalahan dengan satu pertandingan berakhir no contest. Delapan dari sepuluh kemenangan tersebut diperolehnya melalui KO atau TKO, menunjukkan karakter bertarung agresif yang menjadi ciri penampilannya. Satu kemenangan lainnya diperoleh melalui submission dan satu melalui keputusan juri. Kemampuan menyelesaikan pertandingan membuat Bilal menjadi salah satu petarung muda yang mendapatkan perhatian setelah masuk UFC. Meski baru menjalani satu pertandingan resmi di organisasi tersebut, performanya membuat pembicaraan mengenai calon lawan berikutnya mulai berkembang. Bilal sendiri menunjukkan kepercayaan diri tinggi menghadapi persaingan di divisi kelas terbang yang memiliki banyak petarung berpengalaman.
Di luar kemampuan bertarung, Bilal juga menarik perhatian melalui identitas Indonesia yang selalu dibawanya ketika tampil. Ia lahir dan tumbuh di Amerika Serikat, tetapi kedua orang tuanya berasal dari Indonesia dan kemudian menetap di Negeri Paman Sam. Bilal menyebut keterikatannya dengan Indonesia memiliki arti penting karena perjalanan keluarganya menjadi salah satu motivasi dalam membangun karier sebagai petarung profesional. Ia menggunakan julukan IndoNinja dan kerap menampilkan unsur Indonesia dalam berbagai kesempatan. Dukungan dari penggemar Indonesia juga meningkat setelah ia memperoleh kontrak UFC. Bilal pun menjadi petarung berdarah Indonesia yang menambah representasi Indonesia di panggung MMA internasional.
Pernyataan mengenai Netanyahu muncul ketika Bilal ditanya mengenai sosok yang ingin dihadapinya apabila dapat memilih siapa saja. Ia tidak menyebut petarung dari divisi lain maupun tokoh olahraga, tetapi langsung memilih pemimpin Israel tersebut. Bilal kemudian menjelaskan bahwa pilihannya berkaitan dengan keprihatinannya terhadap penderitaan masyarakat Palestina. Jawaban itu mencerminkan pandangan pribadinya dan tidak berhubungan dengan agenda pertandingan yang sedang disiapkan UFC. Dalam dunia olahraga tarung, pertanyaan hipotetis mengenai sosok yang ingin dihadapi memang kerap digunakan untuk mengetahui karakter maupun pandangan seorang atlet. Jawaban Bilal kemudian mendapatkan perhatian karena menyentuh isu politik internasional yang sensitif dan terus menjadi perhatian dunia.
Konflik Israel-Palestina dalam beberapa tahun terakhir memang memunculkan berbagai respons dari atlet internasional. Sejumlah olahragawan menggunakan wawancara, media sosial, maupun momentum setelah pertandingan untuk menyampaikan pandangan mengenai situasi kemanusiaan. Sikap tersebut merupakan pandangan masing-masing individu dan tidak selalu mewakili organisasi olahraga tempat mereka berkompetisi. Dalam kasus Bilal, belum ada keterangan bahwa pernyataannya mengenai Netanyahu merupakan sikap resmi UFC. Organisasi tersebut memiliki atlet dari berbagai negara, agama, dan latar belakang politik sehingga pernyataan individual umumnya menjadi tanggung jawab masing-masing petarung. Fokus utama UFC terhadap Bilal saat ini tetap berkaitan dengan perkembangan karier dan pertandingan berikutnya di kelas terbang.
Perhatian terhadap Bilal juga tidak terlepas dari gaya bertarung dan kepribadiannya yang cukup menonjol. Ketika menjalani debut UFC Shanghai, ia memasuki arena dengan nuansa hiburan yang terinspirasi Michael Jackson sebelum kemudian menunjukkan gaya agresif di dalam oktagon. Kombinasi kemampuan bertarung dan karakter tersebut membuat Bilal cepat memperoleh perhatian meskipun masih berstatus pendatang baru. Ia juga menunjukkan kemampuan menghasilkan penyelesaian spektakuler dalam sebagian besar kemenangan profesionalnya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi ketika menghadapi petarung dengan peringkat dan pengalaman lebih tinggi. Persaingan kelas terbang UFC dikenal ketat sehingga setiap kemenangan memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan menuju peringkat atas.
Setelah mengalahkan Rojas, Bilal juga mulai terlibat dalam dinamika pemilihan calon lawan berikutnya. Sejumlah nama dari divisi kelas terbang mulai dikaitkan dengannya, termasuk petarung yang merespons tantangan maupun komentar Bilal. Namun, UFC belum memastikan siapa yang akan menjadi lawan berikutnya bagi The IndoNinja. Dengan rekor profesional yang belum terkalahkan dan persentase kemenangan melalui KO atau TKO yang tinggi, Bilal memiliki peluang mendapatkan pertandingan dengan tingkat persaingan lebih berat. Timnya diperkirakan akan mempertimbangkan waktu pemulihan serta perkembangan kemampuan sebelum menerima pertandingan berikutnya. Kesuksesan pada beberapa laga mendatang akan menentukan seberapa cepat Bilal dapat memasuki persaingan peringkat kelas terbang.
Pernyataan Bilal Hasan mengenai Benjamin Netanyahu pada akhirnya menjadi salah satu sisi lain yang membuat namanya semakin ramai diperbincangkan setelah debut sukses di UFC. Pernyataan tersebut harus ditempatkan sebagai jawaban hipotetis dan ekspresi pandangan pribadi mengenai konflik Palestina, bukan sebagai rencana pertandingan yang benar-benar akan berlangsung. Fokus karier Bilal tetap berada di oktagon dengan persaingan kelas terbang sebagai tantangan utamanya. Setelah dua kemenangan impresif dalam waktu singkat, perhatian publik kini tertuju pada siapa lawan berikutnya yang akan diberikan UFC kepada petarung berjuluk The IndoNinja tersebut. Rekor tanpa kekalahan memberikan awal yang kuat, tetapi perjalanan menuju jajaran elite masih membutuhkan rangkaian kemenangan menghadapi lawan yang semakin kompetitif. Bagi penggemar Indonesia, kiprah Bilal juga menjadi tambahan perhatian dalam perkembangan petarung berdarah Indonesia di panggung MMA dunia.