Jakarta, 5 November 2026 – Penyanyi Lea Simanjuntak membagikan pengalamannya ketika tampil berduet dengan penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dalam konser yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Penampilan tersebut menjadi momen istimewa dalam perjalanan karier Lea karena mendapat kesempatan berbagi panggung dengan musisi internasional yang dikenal memiliki kemampuan vokal luar biasa. Namun, suasana konser yang seharusnya berlangsung meriah justru diwarnai kericuhan di sekitar lokasi acara. Lea menggambarkan pengalaman tersebut dengan ungkapan “ngeri-ngeri sedap” karena memadukan kebahagiaan tampil bersama Bocelli dan ketegangan akibat situasi yang berkembang. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai kericuhan beredar luas.
Kesempatan berduet dengan Andrea Bocelli menjadi pengalaman berharga bagi Lea Simanjuntak yang telah lama berkecimpung dalam dunia musik. Andrea Bocelli dikenal sebagai salah satu penyanyi tenor internasional yang berhasil menjangkau pendengar dari berbagai negara melalui karya musik klasik dan pop opera. Berbagi panggung dengan musisi tersebut tentu menjadi kesempatan penting bagi penyanyi Indonesia untuk memperlihatkan kemampuan vokalnya. Lea berusaha menjalankan penampilannya secara profesional agar dapat memberikan pengalaman terbaik kepada penonton. Meski demikian, situasi di sekitar konser yang tidak sepenuhnya kondusif turut memberikan kesan berbeda terhadap penampilan tersebut. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa sebuah pertunjukan besar tidak hanya bergantung pada kualitas musisi, tetapi juga kesiapan penyelenggaraan acara.
Kericuhan dilaporkan terjadi di kawasan JIExpo Kemayoran ketika sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi konser terlibat ketegangan dengan petugas keamanan. Situasi tersebut berkembang hingga muncul tindakan pembakaran kerucut lalu lintas dan pelemparan petasan ke arah aparat. Kondisi itu menyebabkan suasana di sekitar area pertunjukan menjadi tidak kondusif dan membutuhkan penanganan petugas. Aparat berupaya mengendalikan keadaan agar gangguan tidak semakin meluas serta membahayakan masyarakat. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan konser musik internasional yang melibatkan banyak penonton. Keamanan kawasan pertunjukan pun menjadi salah satu persoalan yang mendapat sorotan setelah kejadian.
Dalam keterangannya kepada awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Lea mengungkapkan bahwa kesempatan membawakan lagu The Prayer bersama Andrea Bocelli merupakan pencapaian besar dalam kariernya sebagai penyanyi sopran. Ia menyebut perjalanan menuju penampilan tersebut penuh tantangan dan tidak berlangsung semudah yang dibayangkan. Rasa gugup sempat muncul menjelang dirinya naik ke atas panggung karena harus berduet dengan salah satu penyanyi tenor ternama dunia. Namun, ketegangan itu berangsur berkurang setelah ia merasakan keramahan Bocelli dan tim pendukungnya. Lea mengaku sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan selama persiapan hingga pelaksanaan konser. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman musikal yang sulit dilupakan.
Lea juga menceritakan kekhawatiran keluarganya ketika mengetahui situasi menjelang konser diwarnai aksi penolakan. Sejumlah anggota keluarga sempat menanyakan kondisi dan keselamatannya selama berada di lokasi pertunjukan. Meski demikian, Lea menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mempertimbangkan untuk membatalkan penampilan karena situasi tersebut. Ia memilih tetap menjalankan tanggung jawab profesional sebagai penyanyi yang telah dipercaya menjadi rekan duet Andrea Bocelli. Menurut Lea, sistem pengamanan dan pengelolaan di dalam gedung berjalan baik sehingga dirinya merasa terlindungi. Kondisi tersebut membantunya mempertahankan konsentrasi saat membawakan lagu bersama sang maestro.
Sementara itu, kericuhan di luar gedung konser terjadi ketika sekelompok massa menggelar aksi penolakan terhadap kedatangan Andrea Bocelli. Massa yang berkumpul di kawasan JIExpo Kemayoran sempat terlibat ketegangan dengan aparat keamanan yang berjaga. Situasi meningkat setelah terjadi pelemparan batu, perusakan pagar pembatas, serta penggunaan petasan dan benda lainnya. Aparat kepolisian berusaha mengendalikan massa agar tidak memasuki area pertunjukan. Berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, sedikitnya 33 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut, termasuk personel keamanan dan warga. Meski demikian, konser yang berlangsung di dalam gedung tetap berjalan hingga selesai.
Penampilan Lea Simanjuntak bersama Andrea Bocelli menjadi salah satu momen utama dalam konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Keduanya membawakan The Prayer, lagu yang dikenal melalui pesan harapan, kemanusiaan, dan perdamaian. Perpaduan vokal tenor Bocelli dengan suara sopran Lea mendapatkan sambutan hangat dari penonton. Konser tersebut juga menghadirkan sejumlah komposisi klasik dan karya populer yang menjadi bagian dari perjalanan musik Bocelli. Kehadiran Lea memberikan warna tersendiri karena mempertemukan musisi internasional dengan talenta vokal Indonesia dalam satu panggung. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkuat perjalanan profesionalnya di industri musik.
Di tengah berbagai persoalan yang menyertai penyelenggaraan konser, Lea memilih mengenang sisi positif dari kesempatan yang diperolehnya. Ia merasa bersyukur karena dapat menyelesaikan penampilan dengan baik meskipun sempat menghadapi tekanan dan kekhawatiran. Keramahan Andrea Bocelli serta dukungan tim penyelenggara menjadi hal yang paling berkesan baginya. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kesiapan mental dan profesionalisme seorang penyanyi ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Lea berharap kesempatan tampil bersama musisi kelas dunia dapat menjadi pencapaian yang membuka pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. Baginya, duet bersama Andrea Bocelli tetap menjadi salah satu momen paling membanggakan meskipun konser tersebut turut diwarnai kericuhan di luar arena pertunjukan.