Jakarta, 8 Mei 2026 – Indonesia dan Brunei sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pencak silat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan prestasi olahraga tradisional di kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama tersebut disebut mencakup pembinaan atlet, pertukaran pengalaman pelatih, pengembangan kompetisi, hingga promosi pencak silat sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis dan filosofi kuat di masyarakat Melayu dan Nusantara.
Pengamat budaya menjelaskan pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Brunei.
Kolaborasi kedua negara dinilai penting untuk menjaga eksistensi pencak silat di tengah perkembangan olahraga modern dan budaya global yang terus berubah.
Selain aspek budaya, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperkuat posisi pencak silat dalam ajang olahraga internasional maupun regional.
Pengamat olahraga menilai sinergi antarnegara serumpun dapat membantu memperluas promosi pencak silat sekaligus meningkatkan standar pembinaan dan kompetisi bagi atlet muda.
Pencak silat sendiri telah dikenal luas sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki berbagai aliran dan teknik khas di setiap daerah. Seni bela diri ini juga telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai ajang internasional.
Indonesia dan Brunei selama ini dikenal memiliki hubungan budaya yang cukup erat, terutama dalam tradisi Melayu dan nilai-nilai sosial yang serupa.
Pengamat hubungan internasional menyebut kerja sama budaya seperti pencak silat dapat menjadi bagian penting dari diplomasi antarnegara karena memperkuat hubungan masyarakat sekaligus identitas kawasan.
Selain pembinaan atlet, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk mempelajari pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga.
Masyarakat dan pegiat olahraga bela diri menyambut baik langkah kolaborasi tersebut karena dianggap dapat membantu perkembangan pencak silat di tingkat regional maupun internasional.
Dengan kesepakatan memperkuat kolaborasi pencak silat, Indonesia dan Brunei diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan prestasi olahraga tradisional di kawasan Asia Tenggara.