Jakarta, 26 Mei 2026 – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6 persen menjadi capaian positif yang harus dijaga agar stabilitas nasional dan daya saing ekonomi tetap kuat di tengah dinamika global. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap perkembangan ekonomi nasional yang dinilai masih menunjukkan ketahanan meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara. Menurut Lemhannas, pertumbuhan ekonomi yang stabil memiliki peran penting tidak hanya dalam pembangunan nasional, tetapi juga dalam menjaga ketahanan sosial, politik, dan keamanan negara. Pemerintah disebut perlu terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan investasi, stabilitas pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Capaian tersebut juga dianggap menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Pengamat ekonomi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas lima persen menjadi indikator penting bagi negara berkembang seperti Indonesia karena mencerminkan aktivitas produksi, konsumsi masyarakat, dan investasi yang tetap bergerak positif. Di tengah situasi ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil, capaian pertumbuhan tersebut dinilai menunjukkan kemampuan ekonomi domestik dalam menopang pertumbuhan nasional. Konsumsi rumah tangga, pembangunan infrastruktur, dan aktivitas sektor industri disebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Namun pengamat juga mengingatkan bahwa menjaga tren pertumbuhan membutuhkan konsistensi kebijakan dan stabilitas ekonomi makro yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan tetap waspada terhadap potensi tekanan eksternal yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.
Gubernur Lemhannas juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diiringi pemerataan kesejahteraan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengamat kebijakan publik menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu otomatis meningkatkan kesejahteraan apabila ketimpangan sosial dan distribusi pembangunan masih terjadi di berbagai daerah. Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi dinilai harus dibarengi penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Selain pertumbuhan angka makro, kualitas pertumbuhan juga menjadi perhatian penting agar ekonomi nasional mampu menciptakan daya tahan sosial dalam jangka panjang. Pemerintah disebut perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan perlindungan terhadap masyarakat kecil.
Di sisi lain, pengamat geopolitik ekonomi menilai stabilitas ekonomi memiliki hubungan erat dengan ketahanan nasional terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Krisis energi, konflik geopolitik, dan perlambatan perdagangan dunia dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. Oleh sebab itu, penguatan sektor domestik seperti industri nasional, ketahanan pangan, dan transformasi digital ekonomi dianggap semakin penting untuk menjaga daya tahan Indonesia menghadapi tekanan global. Lemhannas disebut melihat pertumbuhan ekonomi bukan hanya dari sisi angka, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan strategis bangsa dalam menjaga stabilitas nasional. Banyak pihak berharap momentum pertumbuhan ekonomi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan jangka panjang.
Pernyataan Gubernur Lemhannas mengenai pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi 5,6 persen menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi kini dipandang sebagai bagian penting dari ketahanan nasional Indonesia. Banyak pengamat menilai keberhasilan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di tingkat regional maupun internasional. Namun di sisi lain, tantangan pemerataan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya beli masyarakat tetap perlu menjadi perhatian utama pemerintah. Masyarakat berharap tren pertumbuhan ekonomi yang positif dapat terus dijaga dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Dengan kebijakan yang konsisten dan pembangunan yang inklusif, ekonomi Indonesia diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan.