Jakarta, 21 September 2026 – Tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang ABU Robocon 2026 yang digelar di Hong Kong. Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi mahasiswa Indonesia dalam kompetisi robot tingkat internasional yang mempertemukan tim dari berbagai negara dan wilayah Asia-Pasifik. Robot yang dikembangkan mahasiswa ITS harus menghadapi serangkaian tantangan teknis sesuai tema dan aturan pertandingan tahun ini. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan tim dalam menggabungkan desain mekanik, elektronika, pemrograman serta strategi pertandingan. Persiapan panjang yang dilakukan sebelum kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian tersebut. Hasil ini sekaligus menambah catatan prestasi robotika Indonesia di tingkat internasional.
ABU Robocon dikenal sebagai kompetisi yang menuntut peserta merancang robot untuk menyelesaikan misi tertentu dalam waktu terbatas. Setiap tim harus menyesuaikan desain robot dengan aturan pertandingan sekaligus memastikan sistem dapat bekerja secara cepat dan akurat. Tantangan tidak hanya terletak pada kemampuan robot menjalankan tugas, tetapi juga kestabilan perangkat ketika berada dalam tekanan kompetisi. Kesalahan kecil pada mekanisme, sensor maupun perangkat lunak dapat memengaruhi keseluruhan performa. Karena itu, tim ITS melakukan berbagai pengujian sebelum tampil di arena pertandingan. Evaluasi teknis terus dilakukan untuk memastikan robot dapat menjalankan strategi yang telah disiapkan.
Pengembangan robot melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keahlian yang bekerja secara terintegrasi. Tim mekanik bertanggung jawab memastikan struktur dan sistem gerak mampu menjalankan misi dengan stabil, sementara bagian elektronika mengelola sensor, motor dan sistem kontrol. Pada sisi perangkat lunak, mahasiswa mengembangkan program agar robot dapat merespons perintah dan kondisi pertandingan dengan cepat. Seluruh komponen tersebut harus bekerja secara sinkron karena gangguan pada satu bagian dapat memengaruhi kinerja keseluruhan. Proses tersebut membuat kompetisi menjadi ruang penerapan langsung pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Kemampuan bekerja dalam tim juga menjadi unsur penting selama tahap pengembangan hingga pertandingan.
Dua penghargaan yang diraih di Hong Kong menunjukkan bahwa pengembangan teknologi robotika di lingkungan perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi internasional. Prestasi semacam ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat perkembangan teknologi yang dikembangkan peserta dari negara lain. Mereka dapat membandingkan pendekatan desain, strategi dan metode penyelesaian masalah yang digunakan masing-masing tim. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan robot berikutnya. Kompetisi internasional juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa membangun jejaring dengan sesama pengembang teknologi. Interaksi tersebut berpotensi membuka ruang kolaborasi dalam bidang robotika dan rekayasa di masa mendatang.
Keikutsertaan ITS dalam ABU Robocon tidak hanya berorientasi pada perolehan penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi. Mahasiswa mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan teknis secara langsung mulai dari perancangan, pembuatan prototipe hingga penyempurnaan sistem. Tekanan waktu selama kompetisi juga melatih kemampuan mengambil keputusan dan melakukan perbaikan secara cepat. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki dunia industri maupun mengembangkan inovasi sendiri. Kampus memiliki peran menyediakan ekosistem yang memungkinkan mahasiswa melakukan eksperimen secara berkelanjutan. Dukungan terhadap kegiatan robotika juga dapat memperkuat riset dan inovasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi.
Prestasi di ABU Robocon 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi tim ITS untuk terus menyempurnakan teknologi robot yang dikembangkan. Evaluasi terhadap performa selama kompetisi dapat digunakan untuk menemukan bagian yang masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Regenerasi anggota tim juga menjadi penting agar pengalaman dari kompetisi internasional dapat diteruskan kepada mahasiswa berikutnya. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan potensi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan teknologi berbasis rekayasa dan otomasi. Kompetisi robotika dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong lahirnya inovasi yang nantinya diterapkan di luar arena pertandingan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, prestasi mahasiswa Indonesia di bidang robotika diharapkan semakin kuat di tingkat internasional.