Surabaya, 30 Oktober 2026 – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan penjelasan mengenai keputusannya memainkan Francisco Rivera meskipun kondisi fisik gelandang asal Meksiko tersebut belum sepenuhnya pulih dari cedera. Keputusan itu diambil ketika Persebaya menghadapi Madura United pada pekan ketujuh Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin, 26 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Rivera dipercaya tampil sejak menit pertama meskipun sebelumnya sempat menjalani masa pemulihan akibat cedera tendon. Tavares mengakui bahwa pemain berusia 32 tahun tersebut belum berada dalam kondisi kebugaran maksimal ketika pertandingan dimulai. Namun, kualitas teknik, kemampuan membaca permainan, dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi alasan utama sang pelatih tetap memberikan kesempatan bermain. Keputusan tersebut akhirnya memberikan kontribusi penting ketika Persebaya berhasil mengalahkan Madura United dengan skor 3-1.
Bernardo Tavares menjelaskan bahwa sejak awal dirinya telah mempertimbangkan kemungkinan Rivera tidak mampu menyelesaikan pertandingan secara penuh. Pelatih asal Portugal itu bahkan mempersiapkan beberapa skenario pergantian pemain berdasarkan perkembangan kondisi fisik sang gelandang. Rivera diperkirakan hanya mampu bermain selama 30 hingga 60 menit apabila kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan. Meski demikian, Tavares tetap memasukkannya ke dalam susunan pemain utama karena membutuhkan kreativitas dan pengalaman di lini tengah. Kehadiran Rivera dinilai mampu membantu Persebaya mengatur aliran bola serta menciptakan peluang ketika menghadapi pertahanan lawan. Kemampuannya dalam memberikan umpan menjadi salah satu faktor yang sulit digantikan oleh pemain lain dengan karakter permainan berbeda. Karena itu, keputusan memainkan Rivera dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan taktik sekaligus perkembangan kondisi fisiknya selama pertandingan berlangsung.
Situasi pertandingan mengalami perubahan ketika Madura United harus bermain dengan sepuluh orang setelah Paulo Sitanggang menerima kartu merah pada babak kedua. Kondisi tersebut sempat membuat Tavares mempertimbangkan untuk menarik Rivera keluar demi mengurangi risiko cedera lanjutan. Namun, setelah mengamati perkembangan permainan, pelatih Persebaya justru melihat adanya ruang lebih besar yang dapat dimanfaatkan oleh gelandang asal Meksiko tersebut. Keunggulan jumlah pemain memberikan kesempatan bagi Persebaya untuk meningkatkan penguasaan bola dan membangun serangan melalui kombinasi umpan. Tavares menilai Rivera memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan situasi tersebut, terutama ketika harus menentukan arah serangan dalam waktu singkat. Pertimbangan itulah yang membuat sang pelatih memutuskan mempertahankan Rivera di lapangan lebih lama daripada perkiraan awal. Meski berisiko dari sisi kebugaran, keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan permainan dan pengamatan langsung terhadap kemampuan pemain.
Kepercayaan Tavares kepada Rivera akhirnya memberikan hasil ketika Persebaya mendapatkan hadiah penalti pada penghujung pertandingan. Sebelumnya, tim berjuluk Bajul Ijo sempat unggul melalui gol Miguel Pinto pada menit ke-22 sebelum Madura United menyamakan kedudukan lewat Gali Freitas pada menit ke-69. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat karena kedua tim berusaha mencari gol penentu kemenangan. Dalam situasi tersebut, Rivera terlibat dalam proses serangan yang berujung pada keputusan wasit memberikan penalti kepada Persebaya. Yuran Fernandes berhasil menjalankan tugas sebagai eksekutor pada menit ke-90+1 sehingga membawa tuan rumah kembali unggul. Persebaya kemudian memastikan kemenangan 3-1 melalui gol tambahan Yann Mabella pada masa injury time. Tavares menilai kontribusi Rivera memperlihatkan pentingnya kemampuan mengambil keputusan dan memberikan operan akurat, terutama ketika pertandingan memasuki fase menentukan.
Walaupun puas terhadap kontribusi Rivera, Tavares tidak menutupi adanya persoalan kebugaran yang dialami pemain tersebut sepanjang pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa Rivera mulai mengalami kesulitan membantu pertahanan ketika Persebaya kehilangan penguasaan bola. Kondisi itu membuat keseimbangan permainan tim sempat terganggu karena beberapa pemain tidak mampu menjalankan tugas bertahan secara optimal. Selain Rivera, penyerang Alex Martins juga disebut menyelesaikan pertandingan dalam kondisi mengalami cedera. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kemenangan atas Madura United diraih ketika sejumlah pemain Persebaya belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Tavares menyadari bahwa memaksakan pemain tampil dalam jadwal padat dapat meningkatkan risiko gangguan kebugaran apabila tidak disertai pengelolaan yang tepat. Karena itu, tim pelatih perlu melakukan evaluasi terhadap kondisi setiap pemain sebelum menentukan komposisi skuad untuk pertandingan berikutnya.
Francisco Rivera sendiri mengakui bahwa proses pemulihan cedera yang dialaminya belum sepenuhnya selesai meskipun kondisi fisiknya terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menjelaskan bahwa cedera tendon membuatnya harus menepi selama sekitar satu bulan dan melewatkan sejumlah pertandingan penting Persebaya. Sebelum tampil sebagai pemain utama melawan Madura United, Rivera lebih dahulu mendapatkan kesempatan bermain sekitar 25 menit ketika menghadapi PSM Makassar. Penambahan durasi bermain tersebut menjadi bagian dari proses mengembalikan kebugaran sekaligus membangun kembali ritme pertandingan. Dalam keterangannya menjelang pertandingan melawan Persijap Jepara, Rivera mengakui masih merasakan sedikit nyeri pada bagian tendon yang sebelumnya mengalami cedera. Namun, ia menegaskan terus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi tubuh agar dapat membantu Persebaya meraih hasil maksimal. Baginya, kesempatan bermain selama 40 menit ataupun 90 menit tetap harus dimanfaatkan dengan memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan fisik yang dimiliki.
Persebaya Surabaya kini menghadapi tantangan berikutnya ketika menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat, 30 Oktober 2026. Pertandingan tersebut berlangsung di tengah jadwal kompetisi yang cukup padat sehingga proses pemulihan pemain menjadi perhatian utama Bernardo Tavares. Persebaya sebelumnya telah menjalani pertandingan pada 18, 22, dan 26 Oktober, sehingga waktu persiapan menghadapi Persijap relatif terbatas. Tavares menyatakan bahwa keputusan melakukan rotasi akan bergantung pada kondisi kebugaran pemain setelah menjalani evaluasi dan latihan terakhir. Rivera berpeluang kembali mendapatkan kesempatan tampil apabila dinilai cukup siap, tetapi durasi bermainnya tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan pemulihan cedera. Selain menjaga kondisi fisik, Persebaya juga harus memperbaiki antisipasi bola mati dan tembakan jarak jauh yang sebelumnya menjadi salah satu kelemahan tim. Dengan pengelolaan pemain yang tepat, Bajul Ijo berharap dapat mempertahankan momentum kemenangan tanpa mengorbankan kesehatan para pemain yang masih menjalani proses pemulihan.