Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Kebiasaan anak memasukkan berbagai benda ke dalam mulut kerap membuat orang tua khawatir, terutama ketika dilakukan berulang kali. Dokter spesialis anak (DSA) menjelaskan perilaku tersebut pada usia tertentu umumnya merupakan bagian dari proses perkembangan dan eksplorasi anak. Bayi dan anak kecil menggunakan berbagai inderanya untuk mengenali lingkungan, termasuk melalui mulut. Mereka dapat menggigit, menjilat, atau memasukkan mainan dan benda lain untuk memahami bentuk serta teksturnya. Meski sering kali normal, orang tua tetap perlu memberikan pengawasan karena terdapat risiko tersedak maupun paparan benda berbahaya.
Pada masa bayi, kemampuan tangan dan koordinasi gerakan berkembang secara bertahap. Anak mulai mampu meraih benda di sekitarnya sebelum memiliki kemampuan yang cukup untuk memahami fungsi atau bahayanya. Benda yang berhasil diraih kemudian sering diarahkan ke mulut sebagai bagian dari eksplorasi sensorik. Perilaku tersebut dapat semakin terlihat ketika bayi mulai aktif bermain dan tertarik terhadap lingkungan. Seiring bertambahnya usia dan berkembangnya kemampuan kognitif, kebiasaan memasukkan berbagai benda ke mulut biasanya berangsur berkurang.
Kondisi tumbuh gigi juga dapat membuat bayi lebih sering menggigit atau memasukkan benda ke mulut. Tekanan pada gusi dapat memberikan rasa nyaman ketika gigi mulai tumbuh. Karena itu, bayi terkadang mencari benda yang dapat digigit untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan pada area gusi. Orang tua dapat menyediakan mainan gigitan yang memang dirancang sesuai usia dan mudah dibersihkan. Pemilihan benda yang aman menjadi penting karena tidak semua barang di sekitar anak cocok digunakan untuk aktivitas tersebut.
Perhatian utama bukan sekadar pada kebiasaan memasukkan benda ke mulut, tetapi jenis benda yang dapat dijangkau anak. Benda berukuran kecil berpotensi menyebabkan tersedak apabila tertelan atau masuk ke saluran pernapasan. Baterai kancing dan magnet kecil termasuk benda yang sangat berbahaya apabila tertelan dan membutuhkan pertolongan medis segera. Obat-obatan, cairan pembersih, benda tajam, serta produk kimia juga harus ditempatkan jauh dari jangkauan anak. Pengawasan lingkungan menjadi langkah penting karena anak belum mampu membedakan benda yang aman dan berbahaya.
Kebersihan mainan dan benda yang sering disentuh anak juga perlu diperhatikan. Anak yang aktif mengeksplorasi lingkungan dapat memasukkan benda yang sebelumnya berada di lantai atau permukaan kotor ke mulut. Orang tua dapat membersihkan mainan secara rutin sesuai bahan dan petunjuk penggunaannya. Namun, lingkungan anak tidak harus dibuat steril secara berlebihan. Hal terpenting adalah menjaga kebersihan yang wajar sekaligus mencegah paparan terhadap kotoran atau zat yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Orang tua perlu memperhatikan apabila kebiasaan memasukkan atau bahkan memakan benda bukan makanan terus berlangsung ketika anak semakin besar. Perilaku mengonsumsi benda yang tidak memiliki nilai gizi secara berulang dapat memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk melihat pola perilaku, perkembangan anak, pola makan, serta kemungkinan faktor lain yang berkaitan. Penilaian tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan satu kebiasaan tanpa mempertimbangkan usia dan kondisi anak secara keseluruhan. Karena itu, konsultasi dengan dokter anak dapat dilakukan apabila orang tua melihat perilaku yang menetap atau semakin intens.
Pertolongan medis juga perlu segera dicari apabila anak menunjukkan tanda tersedak atau kesulitan bernapas setelah memasukkan sesuatu ke mulut. Batuk mendadak yang berat, sulit bersuara, perubahan warna kulit, atau gangguan pernapasan membutuhkan penanganan cepat. Orang tua sebaiknya tidak mencoba mengambil benda secara membabi buta menggunakan jari apabila benda tidak terlihat karena dapat mendorongnya semakin dalam. Risiko juga tetap ada ketika anak tampak baik setelah menelan benda tertentu, khususnya baterai kancing, magnet, atau benda tajam. Jenis benda yang tertelan sangat menentukan tingkat kegawatannya.
Secara umum, kebiasaan memasukkan benda ke mulut pada bayi dan anak kecil dapat menjadi bagian normal dari perkembangan selama sesuai dengan tahap usianya. Fokus orang tua sebaiknya diarahkan pada pengawasan dan menciptakan lingkungan yang aman untuk eksplorasi. Mainan sesuai usia, kebersihan yang terjaga, serta menjauhkan benda kecil dan berbahaya dapat membantu menekan risiko. Perubahan perilaku seiring pertambahan usia juga perlu terus diperhatikan. Apabila kebiasaan menetap, disertai memakan benda bukan makanan, atau menimbulkan kekhawatiran mengenai perkembangan anak, pemeriksaan ke dokter anak menjadi langkah yang tepat.